SIDOARJO - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban tertimpa reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, namun hingga Kamis (2/10/2025), hasil pencarian nihil.
Kasubdit RDPO dan KMM Direktorat Operasi Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan melalui tiga kali reasesmen menggunakan metode manual, kamera fleksibel, serta peralatan wall scan 400 dan radio scanning 120 derajat.
Semua indikator tanda kehidupan—denyut nadi, panas tubuh, dan gerakan—tidak menunjukkan adanya korban hidup.
Baca Juga: Polsek Terbanggi Besar Bongkar Home Industri Senjata Api Ilegal, Dua Pelaku Diamankan "Kami melakukan tiga kali reasesmen. Pertama pukul 23.30 WIB dengan pendekatan manual. Kedua menggunakan kamera fleksibel yang bisa menjangkau hingga lima meter ke celah reruntuhan. Ketiga dengan wall scan dan radio scanning untuk menembus tembok. Hasilnya nihil," jelas Freezer.
Dijelaskan pula bahwa terdapat tujuh orang yang berada di lantai dasar di bawah timbunan balok besar.
Evakuasi korban memerlukan pengangkatan struktur atas bangunan menggunakan crane untuk mengangkat puing, dengan pemindaian ulang setiap kali blok besar diangkat.
Kepala Basarnas, Letjen TNI Suharyanto, menambahkan bahwa pihak SAR menyiapkan 219 personel dengan APD Hazmat, 300 kantong jenazah, 30 dump truck, dan 30 unit ambulans untuk proses evakuasi.
Upaya ini menunjukkan kesiapsiagaan SAR dalam menangani bencana dan memastikan setiap korban tertimpa reruntuhan mendapat penanganan maksimal meski harapan menemukan korban hidup kini menipis.*
(mt/dv34)