JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo (M) 6,5 mengguncang wilayah Sumenep dan Pulau Sapudi, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (1/10/2025).
Gempa ini berpusat di laut dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, kepada wartawan.
Baca Juga: Sejumlah Daerah di Jambi Berpotensi Hujan Ringan, BMKG Imbau Warga Waspada BMKG menjelaskan mekanisme gempa memiliki pergerakan naik (thrust fault). Getaran gempa terasa cukup kuat di sejumlah daerah.
Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya: skala intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan truk berlalu).
Tuban, Denpasar, dan Gianyar: skala intensitas III MMI.
Tabanan, Buleleng, Kuta, dan Banyuwangi: skala intensitas II-III MMI.
Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Malang, dan Blitar: skala intensitas II MMI (dirasakan sebagian orang, benda ringan bergoyang).
Meski demikian, BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Sejumlah kerusakan ringan dilaporkan, termasuk robohnya dinding rumah warga di Sumenep. Hingga pukul 00.29 WIB, BMKG mencatat sedikitnya empat kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 4,4.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, menghindari bangunan retak atau rusak, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.*
(d/j006)