Penumpang Wanita Mengamuk di Stasiun Rangkasbitung Minta Keberangkatan Kereta Dipercepat

BITVonline.com - Jumat, 29 November 2024 10:39 WIB

Banten – Sebuah insiden viral melibatkan seorang penumpang wanita yang mengamuk di Stasiun Rangkasbitung, Banten, karena meminta agar keberangkatan kereta dipercepat. Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh penumpang lain melalui media sosial, yang kemudian menyebar luas di berbagai platform.

Menurut keterangan dari Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, insiden ini terjadi pada Sabtu, 16 November 2024, sekitar pukul 16.00 WIB. “Peristiwa ini terjadi di Stasiun Rangkasbitung. Pada awalnya, petugas bertanya kepada penumpang mengenai keluhan yang dialaminya. Penumpang tersebut menjelaskan bahwa dia tidak kebagian tiket KA 312 yang jadwal keberangkatannya pukul 16.45 WIB,” kata Leza. Kereta yang dimaksud sudah terjual habis, namun penumpang wanita tersebut tetap mengajukan permintaan agar diberangkatkan lebih cepat dari jadwal yang tertera pada tiketnya.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat penumpang tersebut mengeluh dan berbicara dengan nada tinggi kepada petugas yang berada di pos pembatas boarding. Bahkan, ia merekam kejadian tersebut sambil terus menuntut agar kereta diberangkatkan lebih cepat. Meskipun mendapat perlakuan kasar, petugas tetap tenang dan tidak terprovokasi, menjaga profesionalisme dalam menangani situasi tersebut.

Leza Arlan menjelaskan bahwa KAI Commuter Indonesia memiliki kebijakan ketat terkait pengaturan jadwal dan tiket kereta api. “Aturan yang berlaku adalah bahwa penumpang yang berhak naik kereta adalah mereka yang memiliki tiket yang sesuai dengan nama, tanggal, jam keberangkatan, dan stasiun tujuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Leza mengungkapkan bahwa ada ketentuan tentang kapasitas angkut yang berlaku pada layanan commuter line. Untuk perjalanan dengan jarak lebih dari 100 km, kapasitas angkut dapat mencapai 120%, dengan rincian 100% tempat duduk dan 20% berdiri. Sementara itu, untuk perjalanan dengan jarak kurang dari 100 km, kapasitas angkut bisa mencapai 150%, dengan 100% tempat duduk dan 50% berdiri.

“Jika ada keadaan darurat atau urgensi, kebijakan lain mungkin akan diterapkan, namun itu harus dibuktikan secara fakta,” tambah Leza.

Video peristiwa tersebut mendapat perhatian banyak warganet, yang mengapresiasi sikap petugas KAI Commuter yang tetap profesional meskipun mendapat tekanan dari penumpang yang marah. Banyak yang memuji petugas karena tetap sabar dan tidak terpancing emosinya.

Pihak KAI Commuter Indonesia memastikan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan layanan kepada penumpang. Meskipun insiden ini menjadi viral, perusahaan tetap menegaskan bahwa penumpang yang tidak memiliki tiket sesuai jadwal tidak dapat diprioritaskan untuk naik lebih awal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kolaborasi Pendidikan dan Industri: Unmuha dan PT SBA Perkuat Implementasi Tri Dharma dan Program Magang Mahasiswa

Peristiwa

Diana Febriana Lubis Resmi Jabat KPN Kuala Simpang, Tantangan Utama Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Aceh Tamiang

Peristiwa

Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Konsolidasi Mutu dan Sosialisasi SPMB, Implementasi 8 SNP Jadi Prioritas

Peristiwa

Presiden Prabowo Perintahkan Program MBG Harus Sempurna Sebelum Akhir Tahun 2026

Peristiwa

Pemkot Medan Resmi Berlakukan WFH Setiap Jumat, Pegawai Publik Tetap Hadir

Peristiwa

IHSG Sore Ini Melemah ke Level 7.026, Sektor Barang Baku Jadi Pemberat