SIDOARJO - Bangunan mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, roboh pada Senin (29/9/2025) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi saat sejumlah santri tengah beribadah, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.
Berikut fakta-fakta yang terungkap dari kejadian tersebut: Baca Juga: Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk: 79 Orang Jadi Korban, 1 Meninggal Dunia 1. Mushola masih dalam tahap pembangunanBangunan yang roboh merupakan mushola utama yang masih dalam proses pembangunan. Salah satu santri, Muhammad Wafiq, menuturkan bahwa saat kejadian tengah berlangsung pengerjaan di lantai atas. "Di saat pengecoran, ada retakan dari tengah. Dari atas itu jatuh, lalu menindih bagian bawah," ujarnya.
2. Roboh saat santri Sholat Asar berjamaahMushola roboh ketika santri melaksanakan Sholat Asar. Wafiq menyebut lantai satu mushola sudah digunakan untuk beribadah meskipun lantai atas masih dikerjakan. "Sholat Asar berjamaah, tidak langsung roboh. Saat wiridan setelah sholat," katanya.
3. Santri terjebak reruntuhanWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengungkapkan ada tiga santri yang sempat terjebak reruntuhan. Tim SAR gabungan mengalami kesulitan menembus lantai dua karena akses sudah tertutup material bangunan.4. Korban jiwa dan luka-lukaPolisi melaporkan satu santri meninggal dunia akibat insiden ini. "Mendapatkan informasi di RS Hajar, satu korban meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Julest Abraham Abas.Selain itu, 79 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 45 korban dirawat di RS Siti Hajar dan 34 lainnya di RSUD Sidoarjo.5. Evakuasi dramatisProses evakuasi berlangsung dramatis hingga malam hari. Tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses ke korban yang masih terjebak. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan tim menemukan tanda-tanda korban selamat di bawah reruntuhan dan segera melakukan penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, SAR, dan aparat kepolisian.*(oz/j006)