PALEMBANG– Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota
Palembang meminta program Makan Bergizi Gratis (
MBG) dihentikan sementara, usai 13 murid SD Negeri 178 mengalami mual dan muntah yang diduga akibat menyantap menu
MBG.Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota
Palembang, Mgs Syaiful Padli, menegaskan program tersebut harus dievaluasi secara menyeluruh karena menyangkut keselamatan anak-anak."Kalau kita total, kasus keracunan akibat program serupa sudah hampir menyentuh angka 5.000 anak di Indonesia. Dan di
Palembang, SD 178 menjadi salah satunya. Kami meminta program ini dihentikan sementara, sampai ada perencanaan yang lebih matang," kata Syaiful, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga: DPRD Palembang Minta Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Usai 13 Murid SD Keracunan Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi dapur pengelola
MBG agar makanan yang disajikan benar-benar higienis dan layak konsumsi."Tim sertifikasi harus benar-benar bekerja. Jangan sampai anak-anak yang seharusnya sehat justru keracunan. Ini perlu kontrol ketat," ujarnya.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah harus segera melakukan evaluasi total agar kasus serupa tidak kembali terjadi."Pemerintah harus segera mengevaluasi, agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kita tidak ingin ada lagi anak-anak didik yang menjadi korban," jelasnya.Sebelumnya, Wali Kota
Palembang Ratu Dewa menyampaikan permohonan maaf usai belasan murid SD Negeri 178 mengeluhkan mual dan muntah.