Massa Gelar Doa Bersama di SMKN 4 Semarang untuk Korban Penembakan Oknum Polisi

BITVonline.com - Jumat, 29 November 2024 15:58 WIB

Semarang – Ratusan massa yang mengenakan pakaian serba hitam berkumpul di depan gedung SMKN 4 Semarang, Jalan Pandanaran, Mugassari, Kota Semarang, pada Jumat malam (29/11/2024), untuk menggelar doa bersama bagi korban penembakan yang menewaskan seorang siswa, GRO (17). Kejadian tragis tersebut melibatkan seorang oknum polisi, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meskipun hujan gerimis mengguyur, semangat peserta yang membawa lilin dan spanduk bertuliskan pesan-pesan solidaritas tidak surut. Mereka melantunkan doa, mengenang sosok GRO yang dikenal sebagai pribadi ceria, baik hati, dan berprestasi di sekolah. Lilin-lilin yang menyala dan poster-poster yang dibentangkan memberikan sentuhan haru pada suasana malam itu. Foto almarhum korban turut ditampilkan, dan karangan bunga berjejer di pagar sekolah sebagai tanda penghormatan.

Ryan Tama, seorang alumni SMKN 4 Semarang, mewakili peserta aksi tersebut dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah bentuk solidaritas dari berbagai pihak, mulai dari alumni hingga warga Semarang. Ryan menegaskan bahwa aksi ini murni untuk mengungkapkan rasa belasungkawa, serta menuntut keadilan bagi GRO yang menjadi korban penembakan.

“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami. Kami datang kesini tanpa ada tendensi apapun, selain mengungkapkan rasa belasungkawa dan semoga kasus ini bisa diusut tuntas,” ujar Ryan saat ditemui di lokasi.

GRO, yang dikenal sebagai siswa yang taat aturan dan aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, meninggalkan kesan mendalam bagi teman-temannya. Belva, salah satu teman sekelas korban, mengenang GRO sebagai sosok yang ceria dan selalu mendukung teman-temannya. Menurut Belva, GRO sangat patuh terhadap peraturan sekolah dan tidak pernah bolos, kecuali untuk mengikuti lomba.

“Di sekolah dia ikut ekstrakurikuler dan berprestasi. Di kelas, dia selalu ceria, suka ngajak main, dan tak pernah neko-neko. GRO tidak pernah bolos, dia anak yang patuh,” ungkap Belva dengan nada sedih.

Sementara itu, Fajar Muhammad Andika, anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penembakan tersebut. Fajar berharap tim ini dapat membantu mengungkapkan fakta-fakta yang lebih jelas terkait insiden tersebut dan memastikan keadilan untuk korban.

“Tim advokasi sudah dibentuk, dan kami berharap semua pihak dapat bersama-sama terlibat dalam mengusut tuntas kasus ini,” jelas Fajar. “Kami harus bersama-sama mencari keadilan untuk G dan memastikan bahwa hukum dapat ditegakkan.”

Kasus penembakan yang menewaskan GRO tersebut terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga mendesak pihak kepolisian untuk memproses oknum polisi yang terlibat secara pidana, agar keadilan bagi keluarga korban dapat terwujud.

Aksi solidaritas di depan SMKN 4 Semarang ini menjadi simbol dari dukungan dan harapan masyarakat, yang menuntut agar kasus tragis ini segera diusut tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Yusril Tegaskan Tak Ada Lagi Jalur Cepat Pengurusan ITAS dan ITAP WNA di Indonesia

Peristiwa

Ditsamapta Polda Aceh Salurkan Sembako ke Warga Kurang Mampu Lewat Program Jumat Berkah

Peristiwa

Polda Aceh Ajak Warga Meriahkan Bhayangkara Run 2026, Hadiah Total Tembus Rp150 Juta

Peristiwa

John Herdman Puji Emil Audero Usai Indonesia Tekuk Oman 3-0: Saya Angkat Topi

Peristiwa

RI Tawarkan Rusia Kerja Sama Maritim, Logistik, hingga Teknologi Kereta di SPIEF 2026

Peristiwa

Pasutri di Medan Ditemukan Tewas-Lemas dalam Mobil, Diduga Keracunan AC