JAKARTA –
Pemerintah akhirnya buka suara terkait rentetan kasus
keracunan massal yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (
MBG) di sejumlah daerah. Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf mewakili pemerintah dan Badan Gizi Nasional (
BGN) atas insiden yang mencoreng salah satu
program unggulan tersebut."Tentunya kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah," ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Larangan Impor Etanol dan Singkong, Harga Petani Anjlok hingga 60% Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menginginkan kejadian tersebut terjadi, dan memastikan akan ada evaluasi menyeluruh oleh
BGN bersama pemerintah daerah setempat untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari."Ini bukan sesuatu yang kita harapkan, dan bukan sesuatu yang disengaja. Tapi ini harus jadi catatan serius," imbuhnya.Data terbaru menunjukkan bahwa ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami gejala
keracunan usai menyantap makanan dari
program MBG pada Rabu (17/9/2025).Menurut informasi dari RS Trikora Salakan, hingga Kamis (18/9/2025) pukul 07.00 WITA, jumlah korban mencapai 251 pelajar dari enam sekolah berbeda, termasuk:- SMA Negeri 1 Tinangkung