PADANG -
Gunung Marapi yang terletak di antara Kabupaten
Agam dan Tanah Datar, Provinsi
Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Rabu (17/9) pukul 11.50 WIB. Hal ini dilaporkan oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi yang mencatat letusan melalui alat seismograf."Erupsi pukul 11.50 WIB ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 49 detik," kata Teguh Purnomo, petugas PGA
Gunung Marapi, di Padang.
Baca Juga: 33 Tahun Menanti, Gereja Kalvari Lubang Buaya Akhirnya Diresmikan Gubernur Pramono Anung Kolom Abu Tidak Teramati Akibat Tertutup AwanMeskipun aktivitas vulkanik terekam jelas secara seismik, tinggi kolom abu tidak dapat dipantau secara visual karena kondisi cuaca berawan. Hingga saat ini, status
Gunung Marapi masih berada di Level II (Waspada).Dengan status tersebut, masyarakat dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah utama (Kawah Verbeek).
Ancaman Lahar Dingin: Warga Diminta Ekstra WaspadaSelain erupsi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan akan potensi banjir lahar dingin, terutama bagi warga yang bermukim atau beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi.