JAKARTA — Wakil Ketua Komisi XIII
DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mendesak aparat ke
polisian untuk segera mengungkap keberadaan tiga orang yang dinyatakan
hilang pasca
demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 lalu. Menurut Andreas,
hilangnya warga negara dalam sebuah aksi massa adalah persoalan serius yang menjadi tanggung jawab negara untuk diusut tuntas."Masih ada tiga orang yang belum ditemukan atau
hilang dalam proses kemarin. Itu adalah tugas negara, dalam hal ini ke
polisian, untuk menemukan dan menjelaskan apa yang terjadi," ujar Andreas di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: KPU Blokir Akses Publik ke Ijazah dan 15 Dokumen Calon Presiden dan Wakil Presiden! Lebih lanjut, Andreas memperingatkan agar peristiwa ini tidak menjadi pengulangan dari kasus-kasus peng
hilangan paksa yang pernah terjadi di masa lalu, khususnya saat masa reformasi 1998, di mana sejumlah aktivis dinyatakan
hilang dan tak pernah ditemukan hingga kini."Jangan sampai kita mengulang lagi seperti peristiwa sebelumnya, orang
hilang dan tidak pernah ditemukan. Ini adalah bagian dari tugas negara yang harus dijalankan aparat, terutama ke
polisian," tegasnya.Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah merilis daftar tiga orang yang masih belum diketahui keberadaannya pasca-
demonstrasi besar yang terjadi di Jakarta pada 30–31 Agustus 2025. Mereka adalah:1. Bima Permana PutraDinyatakan
hilang sejak: 31 Agustus 2025