BALI - Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9). Bencana ini mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 47 orang luka-luka, dan 237 warga terpaksa mengungsi ke empat titik lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
Merespons situasi darurat tersebut, Polri mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi korban, membuka akses jalan yang tertutup material longsor, dan mengatur arus lalu lintas agar bantuan logistik dapat tersalurkan dengan lancar.
"Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi," ujar Kapolda Bali, Rabu (10/9).
Tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, hingga relawan lokal masih terus bekerja keras di lapangan. Fokus utama saat ini adalah pembersihan jalur utama, penyaluran logistik, serta memastikan layanan kesehatan darurat di titik pengungsian berjalan dengan baik.
Sementara itu, BMKG memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih akan berpotensi terjadi di beberapa wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir.
Data Sementara Dampak Bencana:
Korban Meninggal: 7 orang
Korban Luka: 47 orang
Pengungsi: 237 jiwa
Lokasi pengungsian: 4 titik
Jalur tertutup longsor: 6 lokasi
Rumah terdampak banjir: puluhan unit