DENPASAR – Warga Banjar (Dusun) Tohpati, Denpasar Timur, mulai membersihkan lumpur dan puing-puing pasca banjir besar yang melanda kawasan permukiman dan usaha mikro di wilayah mereka pada Rabu (10/9/2025) dini hari.
Banjir terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, merendam rumah warga, toko, serta fasilitas usaha. Warga bahu-membahu melakukan pembersihan lingkungan yang terdampak, khususnya di sepanjang Jalan Siulan, salah satu titik banjir terparah di Denpasar.
Salah satu warga, Gede Dipa Bayu Bratha, mengatakan sebagian besar barang dagangannya seperti alat tulis kantor, mesin fotokopi, komputer, dan mesin cetak rusak total akibat terendam banjir. Ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya berharap ada bantuan modal dari pemerintah agar kami bisa bangkit kembali. Jalur sungai juga perlu diperlebar agar banjir seperti ini tidak terulang," ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Ayu, warga lainnya yang memiliki warung makan. Ia tengah sibuk membersihkan lumpur yang masuk ke warungnya dan fokus melakukan renovasi agar dapat kembali beroperasi.
Dari pantauan di lapangan, lumpur masih memenuhi badan jalan, dan terlihat tiga mobil rusak yang terseret arus masih terparkir di pinggir jalan tanpa diketahui pemiliknya.
Menurut data sementara BPBD Provinsi Bali, kawasan Tohpati menjadi salah satu dari 43 titik banjir yang tersebar di Kota Denpasar. Luapan air diduga berasal dari aliran sungai yang membelah Jalan Siulan dan bermuara ke Tukad Batubulan yang juga meluap, bahkan sempat memutus akses jalan utama Denpasar–Gianyar.
Meski banjir kini telah surut, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur dan normalisasi sungai, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.*
(J006)