Darurat Bencana Sukabumi: Puluhan Rumah Rusak, Ratusan Warga Mengungsi

BITVonline.com - Rabu, 04 Desember 2024 15:30 WIB

Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan, terhitung sejak Rabu (4/12/2024). Langkah ini diambil menyusul banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah yang melanda sejumlah wilayah, menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Sukabumi. “Hari ini, status tanggap darurat bencana telah ditetapkan selama tujuh hari,” ujar Ade.

Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, bencana tersebar di 22 kecamatan dengan total 33 kejadian, meliputi:

13 tanah longsor9 banjir7 angin kencang4 pergerakan tanah

Jumlah terdampak mencapai 103 kepala keluarga (KK) atau 243 jiwa. Beberapa di antaranya harus segera dievakuasi ke lokasi pengungsian akibat kondisi yang membahayakan.”Kami telah mendirikan posko utama di Pendopo Palabuhanratu dan akan mendirikan posko lainnya untuk mempermudah distribusi bantuan,” tambah Ade.Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar. Sebanyak 30 rumah di RW 5 dan RW 6 mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah.Kepala Desa Sukamaju, Diran Bahari, menjelaskan, “Saat ini terdapat 30 rumah yang rusak berat di dua RW tersebut. Kami terus memantau kondisi tanah yang masih labil untuk mencegah korban jiwa.”

Bantuan berupa selimut dan makanan telah disalurkan ke wilayah ini, meskipun akses menuju lokasi masih sulit karena kondisi jalan yang terputus di beberapa titik.Pemkab Sukabumi berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan bencana. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi warga dan membersihkan material longsor.”Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada warga terdampak. Namun, keterbatasan akses menjadi kendala utama,” jelas Ade.Pemerintah juga meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang, terutama di daerah-daerah rawan bencana.

Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi:

Makanan siap sajiSelimut dan pakaian hangatPeralatan medis dasarAlat berat untuk membersihkan puing-puing

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan melalui posko-posko resmi yang telah didirikan.Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras, warga diminta untuk segera melaporkan potensi bahaya seperti pergerakan tanah atau ancaman longsor kepada pihak berwenang.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Prabowo: Gaduh, Bakar-bakar, dan Anarki Tak Akan Membawa Bangsa Menuju Kesejahteraan

Peristiwa

Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode Mencuat, Ini Respons Istana

Peristiwa

Aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh, Ini 11 Tuntutan yang Disuarakan Massa

Peristiwa

Xiaomi 18 Pro Bocor! Punya Dua Kamera 200 MP, Baterai Jumbo, dan Fitur AI Terbaru

Peristiwa

Pengadaan Smartboard Langkat Disebut Berawal dari Arahan Pj Bupati untuk Serap Anggaran SILPA

Peristiwa

Istana Luruskan Pernyataan Prabowo: Bukan Empat Kali Kalah, tapi Belum Diberi Mandat