TOBA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Toba terus meluas selama tiga bulan terakhir dengan estimasi luas terdampak mencapai sekitar 220 hektare.
Kepala Bidang Pengawasan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Wilayah IV Balige, Jose Pasaribu, mengungkapkan titik api paling besar berada di kawasan Dolok Tolong, Kecamatan Balige, seluas kurang lebih 100 hektare.
Selain Balige, titik-titik kebakaran juga ditemukan di Desa Wisata Meat, Hutagaol Pea Talun, Sibuntuon, serta di sekitar Kaldera Toba di Kecamatan Sibisa, Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Parmaksian, Habinsaran, dan Nassau. Jika digabungkan, luas karhutla di lokasi lainnya mencapai 120 hektare.
Jose mengakui upaya penanganan karhutla mengalami kesulitan karena keterbatasan personel. "Belum selesai menangani satu titik api, sudah muncul titik api baru di lokasi lain," ujarnya, Jumat (25/7).
Namun demikian, upaya pemadaman kebakaran banyak terbantu oleh dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara serta tim Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan yang bertugas di Aek Nauli.
Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan ikut berperan aktif mencegah karhutla yang dapat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.*
(ms/j006)