BOGOR -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan tiga korban meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Bogor pada Sabtu (5/7) malam.
Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor di delapan titik dan banjir di beberapa lokasi yang menyebabkan puluhan rumah dan bangunan terdampak.
"Hingga kini material longsoran belum dibersihkan dan evakuasi masih berlangsung di beberapa lokasi. Kami terus memantau situasi dan berupaya meminimalisir dampak bencana ini," ujar Hadi Rahmat, Pranata Humas BPBD Jabar, Minggu (6/7).
Korban meninggal tercatat satu orang di Kelurahan Megamendung dan dua orang di Desa/Kelurahan Tugu Utara. Salah satu korban meninggal bernama Muhammad Resa (22) ditemukan di Desa Megamendung. Selain itu, terdapat beberapa warga yang mengalami luka ringan.
Longsor terjadi di Kampung Babakan Raya, Desa Babakan; Kampung Kandang, Desa Semplak Barat; Kampung Pasar Rebo Citavillle, Desa Bojongjengkol; Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang; Kampung Rawasedek, Desa Megamendung; Kampung Cibatok I, Desa Cibatok; Kampung Kabandungan dan Kampung Ciomas, Desa Sirnagalih; serta Kampung Jalan Cagak, Desa Kalong I.
Sementara itu, banjir melanda tiga lokasi di Kecamatan Leuwisadeng, Ciomas, dan Tamansari dengan ratusan warga terdampak.
Dampak bencana ini meliputi kerusakan rumah, fasilitas umum, sarana pendidikan, serta kendaraan. Total 43 kepala keluarga dengan 186 jiwa terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi guna menghindari risiko lebih lanjut akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras.*
(cn/j006)