BEKASI– Sebuah mobil mengalami kerusakan setelah terkena lembaran panel gapura yang terlepas akibat diterjang angin kencang di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Sabtu (14/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden ini terjadi ketika mobil berhenti di lampu merah, dan meski hanya mengakibatkan kerusakan ringan pada bagian mobil, kejadian ini membuat warga sekitar panik.
Seorang saksi, Debora (40), seorang pengamen yang berada di lokasi, mengungkapkan bahwa mobil tersebut hanya mengalami kerusakan kecil saat bagian mobilnya terserempet panel yang jatuh. “Kena mobil pas berhenti di lampu merah, cuma beset dikit,” ujarnya.Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa panel gapura yang terlepas dari kerangka besi tersebut mengakibatkan kerusakan di sisi kanan gapura, sementara sisi kiri tidak menunjukkan kerusakan yang signifikan. Lembar panel tersebut jatuh ke sisi kiri Jalan Joyomartono, yang memang biasa dilewati oleh angkutan kota (angkot) dan sopir ojek pangkalan.
Sopir ojek pangkalan setempat, Ian (45), menceritakan bahwa insiden terjadi bersamaan dengan datangnya angin kencang yang melanda wilayah Bekasi Timur. “Saat panel jatuh, banyak yang panik dan langsung kabur. Kalau kena leher bisa putus itu,” kata Ian.Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pada saat kejadian, jalanan relatif sepi dan tidak ada kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, baik dari arah Bekasi Timur menuju Jatimulya maupun sebaliknya.Setelah kejadian, lembaran panel yang terlepas dari gapura tersebut sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi kejadian. “Kayaknya dibawa orang, bukan sama petugas, petugas enggak ada yang datang setelah kejadian,” ujar Ian.Terkait dengan peristiwa ini, Ian mengimbau agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera melakukan perbaikan terhadap gapura yang rusak. Ia khawatir kejadian serupa dapat terjadi lagi jika perbaikan tidak segera dilakukan. “Karena ini membahayakan, ya semoga cepat diperbaiki,” tambahnya.Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini, namun diharapkan kejadian serupa tidak terulang mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan pada fasilitas publik tersebut.(JOHANSIRAIT)