Konflik di Belawan Dinilai Bukan Sekadar Kriminalitas, Tapi Akibat Ketimpangan Sosial-Ekonomi

- Rabu, 07 Mei 2025 22:07 WIB

MEDAN -Bentrokan antar kelompok warga di kawasan Belawan, Medan, terus terjadi dan menyita perhatian publik. Pendiri lembaga Ethics of Care, Farid Wajdi, menegaskan bahwa konflik yang terjadi tidak bisa semata-mata dilihat sebagai persoalan kriminalitas, melainkan gejala dari ketidakadilan sosial dan ekonomi yang sudah lama berlangsung.

"Ketidakadilan pembangunan menciptakan kondisi rawan konflik—sebuah 'api dalam sekam' yang bisa menyala kapan saja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/5/2025).

Menurut Farid, akar konflik di Belawan adalah ketimpangan sosial yang menciptakan persaingan antar kelompok warga dengan latar belakang etnis dan sosial berbeda, terutama dalam perebutan wilayah dan sumber daya.

Ia menyoroti faktor-faktor seperti tingginya angka pengangguran, minimnya akses pendidikan, fasilitas umum yang terbatas, serta lemahnya penegakan hukum sebagai pemicu frustrasi dan kekerasan yang terus berulang.

"Ketika pelaku kekerasan tidak mendapatkan sanksi tegas, akan muncul rasa impunitas yang mendorong kekerasan lebih lanjut," tambahnya.

Farid juga menggarisbawahi peran media sosial yang kerap menjadi wadah penyebaran hoaks dan provokasi, memperparah konflik. Keterlibatan kelompok luar dengan kepentingan tertentu juga menjadi bagian dari masalah.

Sebagai solusi, Farid mendorong pembentukan Tim Penyelesaian Konflik yang melibatkan Pemko Medan, Forkopimcam, tokoh masyarakat, Polres Belawan, dan TNI. Tim ini berperan penting dalam deteksi dini dan intervensi di area rawan bentrok.

Ia juga mendorong pendekatan dialog dan mediasi yang diperkuat oleh tokoh masyarakat agar tidak terjadi aksi balas dendam yang memperbesar skala konflik.

"Mediasi dan pendekatan sosial adalah keniscayaan untuk mencegah konflik sejak awal," ucapnya.

Langkah lainnya mencakup patroli rutin, pendirian pos keamanan, serta program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan bagi pemuda, termasuk pelatihan dan bantuan modal usaha untuk anak muda yang sebelumnya terlibat tawuran.

Farid menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya keadilan pembangunan di Belawan, agar masyarakat lokal tidak terus terpinggirkan oleh pesatnya pertumbuhan kawasan pelabuhan dan industri.*

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Mirip Indonesia, Demo Timor Leste Meledak karena Gaji Pejabat dan Mobil Mewah

Peristiwa

Kesenjangan Ekonomi Meningkat, Ekonom Soroti Usulan Tunjangan Rumah DPR

Peristiwa

Kesejahteraan Rakyat setelah 80 Tahun Merdeka

Peristiwa

Rakyat dan Politik Cari Makan

Peristiwa

Tawuran Kembali Pecah di Belawan, Seorang Pemuda Tewas Tertembak Senapan Angin

Peristiwa

Tawuran di Belawan Medan T3w4skan Pemuda Usai Terkena Panah di Dada