BALI - Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Bali masih terus berlangsung hingga Senin (5/5/2025) malam. Kondisi ini menuai keluhan dari warga dan pelaku usaha karena dampaknya tidak hanya memadamkan listrik, tetapi juga mengganggu akses internet dan mematikan pasokan air PAM.
Pemadaman terjadi di berbagai daerah, seperti Kerobokan, Canggu, Jimbaran, Gianyar, hingga Denpasar. Banyak warga mengeluhkan bahwa jadwal pemadaman yang disebarkan oleh PLN tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Jadwalnya belum mati, tetapi listrik sudah padam. Banyak yang bingung dan tidak sempat bersiap," ujar seorang warga Kerobokan kepada wartawan.
Di kawasan Jimbaran, listrik padam sejak pukul 08.00 Wita, sempat menyala sebentar pada siang hari, lalu kembali padam hingga malam. Hal ini mengganggu layanan internet, serta mempersulit aktivitas sehari-hari warga dan pelaku usaha.
Sementara itu, di wilayah Dalung, meski listrik relatif stabil, air PAM mengalami pemadaman secara bergantian.
"Ini menyulitkan aktivitas harian warga, apalagi banyak yang bekerja dari rumah dan bergantung pada listrik dan internet," keluh Reza, warga Dalung.
Warga berharap PLN segera memberikan informasi yang akurat, real-time, dan mudah dipahami, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik saat terjadi pemadaman bergilir.
Pemadaman ini merupakan lanjutan dari peristiwa blackout selama 12 jam yang sebelumnya melanda Bali, dan kini memasuki fase penormalan bertahap. Namun, belum semua wilayah kembali mendapatkan pasokan listrik yang stabil.
PLN diminta untuk meningkatkan koordinasi dan transparansi informasi agar tidak terjadi kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat.*