TAPANULI SELATAN -Sebanyak 453 pekerja PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Agri Siais di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menggelar aksi mogok kerja pada Rabu (9/4).
Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen perusahaan yang dinilai ingkar janji serta melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak.
Aksi yang berlangsung di depan kantor perusahaan ini dipimpin oleh Ketua Basis Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo) PT ANJ Agri Siais, Jusriadi Hasibuan.
Dalam orasinya, Jusriadi menyampaikan beberapa tuntutan penting dari para buruh kepada pihak perusahaan.
Salah satu tuntutan utama adalah permintaan bantuan uang transportasi bagi seluruh pekerja.
Selain itu, massa buruh juga mendesak agar Toni Tampubolon, pekerja yang terkena PHK tanpa proses hukum, segera dipekerjakan kembali.
"PHK ini tidak sesuai prosedur. Kami minta Toni dikembalikan bekerja dan upahnya sejak 12 Februari 2025 dibayarkan, sampai dia kembali bekerja atau sampai ada putusan hukum tetap," ujar Jusriadi.
Tak hanya itu, buruh juga meminta perusahaan segera melakukan sosialisasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai penggantian Alat Perlengkapan Kerja (APK).
Mereka menuntut agar penggantian APK difasilitasi sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Tuntutan lainnya adalah pembayaran penghargaan prestasi dan produktivitas tahun 2024 kepada dua buruh, yakni Edo Syahputra dan Awiruddin.
Massa juga menegaskan pentingnya penilaian kinerja yang dilakukan secara transparan dan terbuka demi keadilan dalam pemberian penghargaan.