SULUT -Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan kopra karam di perairan Boyong Pante, Desa Ongkaw, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Kapal yang bernama KLM Armada Nusa Bahari GT 409 tersebut, dengan total delapan kru, dilaporkan karam pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Menurut keterangan Direktur Polairud Polda Sulut, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, pihaknya menerima laporan dari warga Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang, tentang kejadian tersebut. Kapal tersebut awalnya dalam perjalanan dari Donggala, Sulawesi Tengah, menuju Kota Bitung dengan tujuan untuk mengantarkan muatan kopra.
"Setelah mendapatkan laporan tersebut, kru KP XV-2008 langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Tim Polairud segera melakukan upaya penyelamatan terhadap seluruh awak kapal," ujar AKBP Eko.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, kapal tersebut dipimpin oleh nakhoda Agus Salim, yang bersama dengan tujuh orang ABK berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa.
Saat ini, seluruh awak kapal sudah dibawa ke kantor Syahbandar Minahasa Selatan untuk pendataan lebih lanjut.
AKBP Eko juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah tersebut.
Ia menyarankan agar masyarakat yang beraktivitas di perairan atau kawasan lainnya terus memantau perkembangan cuaca untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
(kp/n14)