SEMARANG -Longsor terjadi di pinggir jalan tol dalam kota di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Semarang pada Kamis pagi (20/3/2025).
Akibat peristiwa ini, 11 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut.
Pantauan di lokasi, tanah longsor yang terjadi sepanjang 20 meter di Jalan Tlawah, RT 09/05, ini tidak mengganggu arus lalu lintas jalan tol.
Lokasi longsor berada di tebing jalan tol, namun tidak ada kerusakan signifikan pada jalan tol tersebut.
Ketua RT setempat, Endro Suntoro, mengungkapkan bahwa longsor ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelumnya, warga sudah merasakan adanya pergeseran tanah di lokasi tersebut.
"Kejadian longsor ini terjadi tadi pagi sekitar jam 06-07.00 WIB. Retakan memang sudah mulai muncul sebelumnya, dan tanahnya jatuh sekitar pukul 06.30 WIB," jelas Endro di lokasi kejadian.
Sebanyak 11 kepala keluarga dengan 16 jiwa terdampak oleh longsor ini. Mereka langsung dievakuasi untuk menghindari kemungkinan longsoran lebih lanjut.
Endro menambahkan bahwa meskipun rumah-rumah warga tidak rusak, namun ada kekhawatiran bahwa tanah yang retak di depan rumah warga bisa berpotensi menyebabkan longsor susulan.
"Untuk sementara, rumah-rumah yang ada di sekitar lokasi longsor tidak mengalami kerusakan, tetapi kami khawatir jika tanah yang retak di depan rumah bisa menyebabkan longsoran lebih besar, maka kami memutuskan untuk mengungsikan 16 orang," tambahnya.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sudah turun ke lokasi untuk memantau kondisi tanah longsor dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang mengungsi.
Terkait penyebab longsor ini, Endro belum bisa memastikan dengan pasti. Ia menyarankan agar PT Jasa Marga selaku pemilik lahan yang terkena dampak kejadian ini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Penyebab longsor ini belum bisa dipastikan, kami serahkan sepenuhnya kepada PT Jasa Marga, sebagai pihak yang memiliki lahan ini," ujarnya.