Banjir Bandang Melanda Enam Desa di Sumbawa, Ribuan Rumah Terendam

BITVonline.com - Sabtu, 21 Desember 2024 10:15 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12676680bd7ccdd-banjir-bandang-di-kabupaten-sumbawa-ntb_1265_711.webp): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

SUMBAWA –Banjir bandang melanda enam desa di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat malam, 20 Desember 2024, akibat meluapnya Sungai Lekong. Peristiwa ini mengakibatkan ribuan rumah warga terendam air, serta merusak fasilitas umum dan lahan pertanian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa melaporkan bahwa Desa Usar Mapin menjadi wilayah terdampak paling parah. Adapun rincian warga terdampak di desa tersebut adalah:

Dusun Hijrah: 254 Kepala Keluarga (KK), 793 jiwaDusun Gelampar: 335 KK, 987 jiwaDusun Hijrah Baru: 151 KK, 507 jiwa

Secara total, 740 KK dengan 2.287 jiwa terdampak di Desa Usar Mapin. Selain itu, desa-desa lain seperti Mapin Kebak, Mapin Rea, Mapin Beru, Lekong, Labuhan Mapin, dan Gontar juga mengalami dampak banjir. Hingga saat ini, pendataan lebih lanjut masih dilakukan di enam desa tersebut.

Hendra, seorang warga Dusun Hijrah, menyatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, langsung turun ke lokasi banjir pada Sabtu. Dalam kunjungannya, ia didampingi kepala dinas terkait, camat, dan aparat desa setempat untuk meninjau dampak banjir di pemukiman warga, lahan pertanian, dan fasilitas umum. “Kami turut prihatin atas bencana ini. Pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk normalisasi aliran sungai dan distribusi bantuan logistik,” kata Mahmud Abdullah.

Langkah tanggap darurat yang saat ini dilakukan meliputi penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur. Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai agar bencana serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Banjir bandang ini tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti jembatan dan saluran irigasi. Selain itu, lahan pertanian di beberapa desa mengalami kerusakan parah, sehingga dikhawatirkan berdampak pada hasil panen warga.

Warga terdampak berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap mitigasi bencana, seperti pembangunan tanggul atau waduk penahan banjir. Bantuan logistik yang cepat dan merata juga sangat diharapkan oleh masyarakat yang saat ini mengungsi di posko-posko darurat.

Dengan langkah tanggap darurat yang terus berjalan, pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Sumbawa berupaya memulihkan kondisi masyarakat terdampak banjir secepat mungkin agar mereka dapat kembali ke aktivitas normal.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Peristiwa

Supervisor SPBU di Medan Ditangkap, Diduga Bersekongkol Isi Tangki Dexlite dengan Solar Selama 9 Bulan

Peristiwa

Pemko Medan Gelar Seleksi Finalis Duta GenRe 2026, Siapkan Remaja Jadi Agen Perubahan

Peristiwa

Rico Waas Tinjau Replika Rumah Adat Batak yang Terbakar, Pemko Medan Segera Lakukan Perbaikan

Peristiwa

Bupati Asahan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola HUT Bhayangkara ke-80, 16 Tim Siap Berlaga

Peristiwa

Satgas PRR Minta Sinkronisasi Pemulihan Pascabencana, Tito Karnavian: Jangan Ada yang Ditinggalkan

Peristiwa

RE Nainggolan Apresiasi Respons Cepat Bobby Nasution Bantu Kepulangan Kontingen Pesparawi Sumut: Bentuk Kepedulian yang Luar Biasa