JAKARTA -Banjir melanda wilayah Jabodetabek pada awal Maret 2025, menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengungsi.
Kejadian ini memicu sorotan terhadap respons pemerintah dalam mengelola komunikasi krisis.
Kronologi Banjir di Jabodetabek
Curah hujan tinggi sejak 2 Maret hingga 4 Maret 2025 menyebabkan sungai-sungai meluap, mengakibatkan banjir di Jakarta dan Bekasi.
Pada 3 Maret 2025, curah hujan di Jakarta dan Bekasi mencapai 109 mm per hari, menyebabkan 122 RT di Jakarta terendam dengan ketinggian 35 cm hingga 3,3 meter, dan lebih dari 10.000 warga di Bekasi terdampak.
Respon Pemerintah dan Komunikasi Krisis
Pemerintah daerah dan pusat berupaya menangani banjir, termasuk modifikasi cuaca oleh BNPB hingga 8 Maret 2025.
Namun, banyak warga mengeluhkan kurangnya informasi resmi, sehingga mereka beralih ke media sosial untuk meminta bantuan.
Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi risiko dan krisis yang efektif belum sepenuhnya diterapkan.
Pentingnya Komunikasi Krisis yang Efektif
Pakar komunikasi bencana menekankan bahwa penyebaran informasi cepat dan akurat, peringatan dini, serta informasi lokasi pengungsian dan bantuan sangat penting dalam penanganan bencana.