Pembangunan Jalan Desa Kampung Lalang Nyaris Ricuh Dengan Warga.

Redaksi - Minggu, 02 Oktober 2022 13:56 WIB

Batu Bara – Pembangunan dijalan Rahmad syah Desa Kampung Lalang Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara menuai protes sebagian masyarakat, anehnya jalan tersebut masih baik dan bagus yang sering dilalui oleh pengguna jalan namun tetap dibangun oleh pemerintah.

Diketahui dari nama Plank proyek kegiatanpeningkatan ruas jalan simpang Empat Tanjung Tiram menuju kantor Camat Tanjung Tiram dengan No. kontrak: 2357676/PKIPPKISPIDPUTR-BB/2022 dengan nilai kontrak Rp. 880.672.644,52 bersumber dari dana BKP Kabupaten Batu Bara T. A 2022 dalam masa waktu pelaksanaan 90 (sembilan puluh) hari kerja kalender yang dikerjakan oleh CV .Bangun Jaya Cemerlang dengan Nota benepekerjaan tersebut terlaksana atas partisipasi pajak yang anda bayar menjadi sorotan warga sekitar.

Sebabnya, dari beberapa tokoh masyarakat yang layak dipercaya mengatakan bahwa pembangunan jalan Rahmadsyah yang semula jalan tersebut jenis Hotmix dan kini di dibangun dengan jenis Rigid beton diduga tidak melalui mekanisme musyawarah dalam perencanaan pembangunan jalan Rahmadsyah, dan hal itu dinilai Prematur terhadap kegiatan pekerjaan peningkatan jalan Rahmadsyah dan kuat dugaan tanpa melalui rapat koordinasi antara Pejabat terkait dengan para warga setempat.p

Menurut informasi yang dihimpun, Minggu (02/10/2022), sekelompok emak-emak warga desa Kampung Lalang mendatangi para pengawas pelaksana kegiatan dilapangan agar dapat membuka akses jalan yang ditutup oleh rekanan, dikarenakan warga sekitar sedang melaksanakan hajat pesta pernikahan sehingga nyaris terjadi keributan akibat pengawas pemborong di lapangan ngotot tidak mau membuka jalan untuk akses jalan yang akan digunakan oleh warga yang sedang melaksanakan hajat pesta pernikahan di Desa Kampung Lalang.

Dari penilaian terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dan mengabaikan terhadap dampak lingkungan kepada masyarakat sekitar Jalan Rahmadsyah yang berimplikasi kepada dampak rumah-rumah di sepanjang jalan Rahmadsyah tergenangi air ketika hari hujan turun.

Dalam hal ini, sepertinya pihak Legislasi di Batubara terkait pengawasan kegiatan yang menggunakan keuangan negara tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebab ujug-ujug dari kegiatan di jalan RahmatSyah Desa Kampung Lalang diduga adanya korelasi “Main Mata” atas pembiaran peningkatan jalan Rahmadsyah tanpa ada nya musyawarah dalam perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi.

Salah seorang warga Desa Kampung Lalang juga mengatakan,” Jalan yang masih layak dilalui pengguna jalan dengan kata lain jalan masih baik dan bagus namun dijadikan skala prioritas dalam pembangunan menjadi pertanyaan, ada apa dengan pembangunan jalan yang masih baik dan bagus yang layak di lalui pengguna, Sementara begitu banyak jalan yang berlobang – lobang di Batu Bara ini butuh perbaikan. Celetuk warga yang ikut menanggapi kisruhnya pembangunan jalan Rahmad Syah.

Sekedar untuk diketahui bahwa disepanjang jalan Rahmadsyah hingga kini tidak memiliki saluran air pembuangan industry rumah tangga (Drainase), Sehingga air hujan turun merendam sebagian rumah warga yang rendah akibat jalan tinggi dan tidak adanya Drainase.Red

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Peristiwa

Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani

Peristiwa

Lhokseumawe Mulai Gunakan Dana TKD Rp126,9 Miliar, 42 Program Pemulihan Pascabencana Dijalankan

Peristiwa

Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan WNI di Kumamoto dan Kyushu Aman

Peristiwa

Kepuasan Prabowo Merosot di Survei SMRC, Bakom: Nanti Bisa Naik Lagi

Peristiwa

KPK Bongkar Dugaan Suap Rp1,5 Miliar dan Emas 1 Kg di Balik Dana Hibah Pokmas Jatim

Peristiwa

Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Dijamin APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Mandiri