BATUBARA-Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, khususnya ruas jalan dari Desa Lima Laras menuju Desa Ujung Kubu, mengalami kerusakan parah yang sangat mengkhawatirkan bagi pengguna jalan,
Dalam pengamatan reporter BITV, jalan tersebut tampak hancur, seperti kubangan kerbau ketika hujan turun. Bahkan, saat musim kemarau, jalan ini dipenuhi debu.
Ruas jalan ini, yang berperan sebagai akses utama bagi masyarakat tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Tiram, Kecamatan Nibung Hangus, dan Kecamatan Sei Balai,yang telah mengalami kerusakan dalam waktu yang lama, lebih dari satu tahun.
Masyarakat setempat mengeluhkan kerusakan ini, bahkan mengakibatkan kecelakaan bagi banyak pengendara sepeda motor.
Salah satu warga, Nurbaiti dari Desa Lima Laras, mengungkapkan, “Jalan ini sudah lama rusak, mulai dari Lima Laras hingga Mekar Laras.
Mendapatkan informasi dari warga tentang kondisi jalan yang memprihatinkan ini, awak media segera menuju Desa Mekar Laras, yang masih berada dalam satu kecamatan dengan Kecamatan Nibung Hangus.
Dalam perjalanan ke Desa Mekar Laras, reporter BITV menyaksikan jalan Desa Lima Laras menuju Desa Mekar Laras yang hampir rata dengan kerusakan yang parah, dan kondisi yang sama buruknya juga terlihat di Desa Ujung Kubu.
Kepala Desa Ujung Kubu, Azhar, menegaskan, “Masyarakat di Ujung Kubu merasa terganggu oleh kerusakan jalan ini.
Kepala telah mengonfirmasi kepada pihak kabupaten, dan mereka berjanji bahwa perbaikan akan dilakukan pada akhir tahun 2023. Informasi ini disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum.”
https://youtu.be/-DMZpRobebI
Masyarakat di Desa Lima Laras dan Desa Ujung Kubu berharap pemerintah kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, akan memberikan perhatian yang lebih serius terhadap akses jalan mereka. Keadaan jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga,
tetapi juga menciptakan risiko kecelakaan yang serius. Semoga perbaikan yang dijanjikan segera terealisasi, sehingga akses jalan yang lebih baik bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat setempat.
(RED)