DEMAK – Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tanggul Sungai Wulan yang jebol telah berhasil ditambal, sehingga ketinggian air berangsur-angsur surut.
Meskipun demikian, masih ada beberapa wilayah yang terendam air dengan ketinggian sekitar satu meter. Hal ini menyebabkan puluhan ribu warga masih harus mengungsi.
Jalur Pantura Demak-Kudus yang sebelumnya lumpuh total akibat banjir, kini mulai dapat dilintasi oleh kendaraan angkutan barang (truk). Kendaraan kecil seperti sepeda motor, minibus, sedan, dan bus, masih belum berani melintas karena ruas jalan masih terendam air dengan ketinggian 30-60 sentimeter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, memperkirakan kerugian akibat banjir di Kabupaten Demak mencapai Rp117 miliar. Kerugian ini meliputi kerusakan berbagai tempat seperti fasilitas umum, rumah, dan jalan.
Meskipun banjir sudah mulai surut, Bergas C Penanggungan menghimbau warga untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2024.
Akibat banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan, sebanyak 106 sekolah terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan beralih ke pembelajaran daring.
(FZ/011)