Kebakaran Dahsyat Melanda Los Angeles, Kerugian Diperkirakan Mencapai US$ 135 Miliar

Redaksi - Sabtu, 11 Januari 2025 10:38 WIB

Jakarta – Kebakaran hebat melanda wilayah Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS), menghanguskan ribuan rumah dan memaksa banyak warga untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai lebih dari US$ 135 miliar atau sekitar Rp 2,2 ribu triliun, dengan dampak ekonomi yang mengkhawatirkan.

Para analis memperkirakan kebakaran hutan di Los Angeles telah menyebabkan kerugian besar bagi California, dengan estimasi kerugian yang bisa mencapai US$ 135 miliar hingga US$ 150 miliar. AccuWeather Inc., perusahaan pemantau cuaca, menyatakan bahwa kebakaran ini kemungkinan akan menjadi salah satu bencana kebakaran hutan terburuk dalam sejarah modern AS.

Menurut Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter, kebakaran yang dipicu oleh angin kencang ini menghancurkan lingkungan yang penuh dengan rumah-rumah mewah. “Kerusakan yang terjadi sangat memilukan, dan dampak ekonominya sangat besar. Kerusakan akibat kebakaran ini diperkirakan bisa mencapai hampir 4% dari PDB tahunan negara bagian California,” ujarnya.

Para pejabat setempat melaporkan lebih dari 1.000 bangunan, sebagian besar rumah, rusak parah akibat kebakaran. Sekitar 130.000 orang masih berada dalam status evakuasi, dengan jumlah ini terus berubah seiring api yang terus meluas. Kebakaran terparah terjadi di wilayah Santa Monica hingga Malibu, yang merupakan kawasan dengan properti-properti mewah. Di area ini, nilai rata-rata rumah lebih dari US$ 2 juta (sekitar Rp 32,6 miliar).

“Ke depan, risiko akan tetap tinggi bagi penduduk, rumah, dan bisnis mereka, dengan dampak negatif pada sektor pariwisata dan kesehatan akibat asap yang berbahaya,” tambah Porter. Hingga saat ini, perkiraan kerugian masih bersifat awal, karena api terus menyebar dan dampaknya masih terus terjadi. Beberapa daerah juga belum melaporkan kerusakan secara lengkap.

AccuWeather menambahkan bahwa beberapa penduduk di Pacific Palisades melaporkan bahwa mereka tidak memiliki asuransi properti, mengingat perusahaan asuransi tidak lagi memberikan perlindungan untuk properti di daerah dengan harga tinggi dan risiko kebakaran yang tinggi. Jika kebakaran terus meluas ke kawasan padat penduduk, ribuan bangunan tambahan yang bernilai sangat tinggi berisiko terbakar, yang dapat meningkatkan perkiraan total kerusakan dan kerugian ekonomi secara signifikan.

(christie)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Belum Menyerah, Pelapor Gibran Kembali Datangi Bareskrim Rabu 7 Oktober 2026

Peristiwa

Kronologi Penikaman Anggota DPRD Madina Usai Reses, Polisi Amankan Pria 60 Tahun

Peristiwa

Usai Reses, Anggota DPRD Madina Ditikam dari Belakang

Peristiwa

Ahli yang Diusir dari Sidang Gibran Laporkan Saldi Isra dan Arsul Sani, MKMK Segera Periksa Laporan

Peristiwa

Savana Pulau Kenawa Sumbawa Barat Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Peristiwa

Kasasi Jaksa Ditolak MA, 8 Mantan Bankir Kasus Kredit Sritex Tetap Bebas