Vilnius – Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Katedral Vilnius, Lithuania, saat para ahli menemukan harta karun yang terdiri dari mahkota emas, cincin, dan aksesori pemakaman milik penguasa Eropa abad pertengahan. Harta karun ini hilang sejak tahun 1939, saat Perang Dunia II dimulai, dan disembunyikan di ruang bawah tanah katedral.
Tim ahli menemukan benda-benda berharga tersebut pada 16 Desember 2024, menggunakan kamera endoskopi untuk menelusuri rongga dan celah di dinding ruang bawah tanah. Penemuan ini diumumkan pada konferensi pers yang diadakan pada Senin (6/1/2025).
Harta karun yang ditemukan mencakup mahkota milik Alexander Jagiellon, Raja Polandia dan Adipati Agung Lithuania yang memerintah pada abad ke-15, serta artefak lainnya, termasuk mahkota, cincin, dan plakat peti mati milik beberapa tokoh kerajaan, seperti Elizabeth dari Austria dan Barbara Radziwill. Semua artefak ini berasal dari keluarga kerajaan yang berkuasa di Eropa pada zaman Renaisans, seperti Dinasti Jagiellon dan Habsburg.
Penemuan ini berawal dari pencarian yang dilakukan setelah banjir merusak ruang bawah tanah katedral pada tahun 1931. Para ahli berhasil menemukan peti mati tiga penguasa utama abad ke-16 yang terbalut pakaian pemakaman mewah. Salah satu artefak yang paling mencolok adalah mahkota milik Alexander Jagiellon, yang ditemukan bersama dengan simbol kerajaan lainnya.
Menurut Mykolas Sotincenka, koordinator komunikasi Keuskupan Agung Vilnius, artefak yang ditemukan adalah harta karun sejarah yang tak ternilai, menggambarkan simbol kekuatan negara dan kebesaran dinasti yang berkuasa. Surat kabar yang dibungkus di sekitar aksesori kerajaan menunjukkan bahwa benda-benda ini disembunyikan tepat sebelum meletusnya Perang Dunia II. Rita Pauliukevičiūtė, Direktur Museum Warisan Gereja Vilnius, menyatakan bahwa simbol-simbol ini sangat penting bagi negara dan merupakan kekuatan yang merepresentasikan warisan sejarah dan budaya Lithuania serta Polandia.
(christie)