SIAK -Sebuah video yang merekam kehadiran seekor harimau di sekitar pemukiman warga telah menjadi viral di media sosial. Kejadian ini tidak hanya membuat gempar warga sekitar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan mereka. Dalam video tersebut, terlihat jelas harimau tersebut mondar-mandir di belakang bangunan, memicu kepanikan di antara penduduk setempat.
Menurut Kapolsek Sungai Apit, AKP Rinaldi, kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Mungkal, Sungai Apit. Harimau tersebut diduga muncul selama sekitar 30 menit, membuat situasi semakin mencekam bagi penduduk setempat.
Rinaldi menjelaskan bahwa awalnya, sejumlah warga yang sedang berjaga di rumah walet mendengar suara anjing menggonggong secara berlebihan. Ketika mereka melihat keluar, mereka dikejutkan dengan kehadiran harimau yang mengelilingi ruko di sekitar mereka.
Kepanikan semakin meluas ketika diketahui bahwa kehadiran harimau tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Rinaldi mengungkapkan bahwa ini merupakan kemunculan ketiga atau keempat kalinya harimau muncul di daerah tersebut. Bahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk mengambil langkah mitigasi, termasuk membawa perangkap.
Meskipun lokasi kejadian terletak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga dan hanya berada di sekitar sarang-sarang walet, kehadiran harimau tersebut tetap menjadi ancaman yang serius bagi keselamatan warga sekitar. Sebagai langkah awal, polisi bersama tim BKSDA Riau telah turun ke lapangan dan melakukan sosialisasi kepada warga, terutama untuk berhati-hati saat keluar rumah pada malam hari.
Sebelumnya, kehadiran dua ekor harimau juga terekam oleh kamera trap BKSDA Riau, bahkan salah satunya sempat menerkam ternak sapi milik warga pada bulan sebelumnya. Kejadian ini menegaskan urgensi langkah-langkah pencegahan yang lebih serius dalam menghadapi ancaman kehadiran harimau di wilayah tersebut.
Dengan kejadian ini, penting bagi pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan preventif yang lebih kuat dan melibatkan berbagai pihak terkait untuk menjaga keselamatan warga dan mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar seperti harimau.
(K/09)