MUARO JAMBI -Banjir yang menerjang wilayah kec. Taman rajo, kab. Muaro jambi, hingga kini telah telah berlangsung selama tiga bulan.banjir menyebabkan ekonomi masyarakat menjadi lumpuh. Demi untuk bertahan hidup, warga kini terpaksa menjala ikan di lokasi banjir.
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi telah berlangsung selama tiga bulan, menyebabkan ekonomi masyarakat lumpuh. Sejumlah desa masih terendam banjir akibat luapan Sungai Batanghari, salah satunya Desa Teluk Jambu.
Warga desa tersebut terpaksa menjala ikan di lokasi banjir sebagai upaya bertahan hidup. Banjir telah menghambat aktivitas pertanian, membuat lahan tergenang air sehingga para petani tidak dapat lagi bercocok tanam.
Untuk bertahan hidup, warga Teluk Jambu memanfaatkan banjir dengan menjala ikan menggunakan jaring perangkap ikan tradisional. Mereka berusaha mencari ikan sejak pagi, dan dalam satu hari dapat memperoleh antara 10 hingga 40 kilogram ikan, seperti lambak dan seluang.
Hasil tangkapan ikan ini tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dijual oleh warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun harganya relatif murah, antara 4 ribu hingga 5 ribu rupiah per kilogram, namun warga mengalami kesulitan dalam memasarkan ikan mereka karena rendahnya daya beli masyarakat.
Muhammad, salah seorang warga, menyampaikan harapannya agar air segera surut sehingga mereka dapat kembali bekerja seperti biasa, terutama dalam bertani padi dan sayur-sayuran. Hal ini dikarenakan hasil mencari ikan tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, terutama menjelang bulan Ramadhan.
Warga Teluk Jambu berharap bantuan dan perhatian lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu mereka melewati masa sulit ini dan mendapatkan kembali sumber penghidupan yang stabil.
(K/09)