BEKASI – Kasus tragis kembali mengguncang Kota Bekasi, kali ini dengan penemuan bayi laki-laki yang baru lahir dalam kondisi tak bernyawa. Penemuan yang menggetarkan ini terjadi di sebuah kali di kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, menggambarkan betapa rapuhnya kehidupan manusia, terutama yang belum berkesempatan merasakan dunia ini.
Bayi yang diperkirakan baru berumur tiga hari tersebut ditemukan dalam keadaan terbungkus di dalam sebuah ransel berwarna hitam, menjadi saksi bisu dari tragedi yang mungkin tak akan pernah bisa dimengerti oleh akal sehat manusia. Informasi yang diungkap oleh Kapolsek Bantargebang, AKP Ririn S Damayanti, menambah deretan kesedihan dalam laporan penemuan tersebut.
Ditemukan pada pagi Kamis (21/3), penemuan bayi tak berdosa itu menjadi fakta yang memilukan bagi saksi yang tengah membersihkan kali di sekitar lokasi. Keheranan dan kegentaran melanda ketika sebuah ransel hitam terbuka, mengungkapkan rahasia mengerikan di dalamnya: seorang bayi yang sudah tak bernyawa, membayangkan betapa dinginnya dunia yang belum sempat ia kenal.
Diduga, bayi malang tersebut dibuang dengan sengaja oleh seseorang yang tak memiliki belas kasihan, seorang pelaku yang tanpa ampun memutuskan nyawa yang masih begitu muda dan tak bersalah. Namun, teka-teki kasus ini belum terpecahkan sepenuhnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dengan tekun, berharap kebenaran akan terungkap dan pelaku akan diadili sesuai dengan perbuatan keji yang dilakukannya.
Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat, memicu gelombang duka yang mengalir di seluruh Kota Bekasi. Namun, di balik kesedihan dan kemarahan, ada juga harapan bahwa kasus ini akan membuka mata kita semua akan urgensi melindungi kehidupan yang tak berdosa, serta menegaskan bahwa kejahatan semacam ini tak akan pernah dibiarkan menghantui tanpa hukuman.
Bayi itu mungkin tak akan pernah mengenal dunia ini dengan segala keindahannya. Namun, penemuan yang menyayat hati ini harus menjadi panggilan bagi kita semua untuk bersatu dalam melindungi kehidupan, memberikan suara bagi yang tak berdaya, dan menegakkan keadilan bagi mereka yang tak bisa membela diri. Semoga kasus ini menjadi titik balik dalam memastikan bahwa setiap nyawa, sekecil apapun, memiliki nilai dan martabat yang tak bisa diabaikan.
(AS)