PAPUA -Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Ransiki, Papua Barat, pada kedalaman 42 kilometer. Gempa ini terjadi pada Selasa (9/4/2024) pukul 07.02 WIB dan berpusat di laut, seperti yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut informasi dari @infoBMKG, pusat gempa tercatat berada di laut 42 km Tenggara Ransiki dengan koordinat 1,51 lintang selatan (LS) dan 134,54 bujur Timur (BT). Dampak dari gempa ini terasa dengan kekuatan MMI III-IV di Ransiki, MMI III di Manokwari, MMII II-III di Biak, MMI II-III di Seui, dan MMI II-III di Wondama, serta MMI II di Nabire.
Skala MMI III-IV menggambarkan getaran yang dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, sementara di luar rumah hanya dirasakan oleh beberapa orang. Pecahan gerabah, berderiknya jendela atau pintu, dan berbunyinya dinding menjadi beberapa indikator dampak gempa pada skala ini. Sedangkan pada skala MMI III, getaran terasa nyata dalam rumah dengan sensasi seperti truk berlalu.
Dampak gempa ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah rawan gempa seperti Papua Barat. Respons yang cepat dan tepat dari masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait sangat penting untuk meminimalkan risiko dan kerugian akibat gempa bumi.
Selain itu, edukasi publik tentang langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa juga menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi bencana. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat seperti ini.
(K/09)