SULAWESI UTARA -Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, telah mengakibatkan 828 warga dievakuasi pada Rabu dini hari. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak erupsi tersebut melibatkan 272 Kepala Keluarga, yang saat ini mengungsi untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, mengungkapkan bahwa evakuasi dilakukan terutama terhadap warga yang berada di Desa Patologi dan Desa Pumpente. Mereka dievakuasi menggunakan kapal ferry dan perahu penyeberangan milik warga menuju Kecamatan Tagulandang. Tindakan evakuasi ini merupakan respons cepat pemerintah setempat untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Pemerintah daerah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan dari erupsi Gunung Ruang. Pusat Bencana Geologi dan Mitigasi Bencana Vulkanologi Indonesia (PVMBG) telah meningkatkan status Gunung Ruang dari level II (waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 16 April 2024 pukul 16.00 Wita.
Selain evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah memberikan berbagai bantuan kepada warga yang terdampak, seperti tikar, selimut, dan masker. Upaya ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi para pengungsi selama masa tanggap darurat.
Meskipun erupsi Gunung Ruang telah menyebabkan hujan abu vulkanik dan memutuskan jaringan komunikasi, upaya penanganan bencana terus berlanjut. BNPB, BPBD, dan berbagai pihak terkait terus bekerja sama untuk mengamankan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana ini.
Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi bencana dan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan berjalannya penanganan darurat. Tetaplah waspada dan ikuti arahan dari otoritas terkait untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.
(N/014)