JAKARTA -Sebuah tragedi kebakaran yang mengguncang toko bingkai di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, telah menyisakan duka mendalam di tengah-tengah upaya pemulihan. Tujuh jiwa telah berpulang, meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kisah tragis ini dimulai pada Kamis malam, ketika bara api merajalela dan memporak-porandakan toko bingkai yang begitu ramai sehari-hari. Informasi yang kami peroleh dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menggambarkan momen tegang saat 24 mobil pemadam kebakaran bersama dengan 110 personel berjuang melawan amukan api yang ganas.
Namun, upaya mereka terhambat oleh sejumlah faktor. Gedung yang terbakar memiliki banyak barang yang mudah terbakar, serta kandungan bensin yang digunakan dalam proses pemolesan bingkai. Ini membuat api dengan cepat meluas, menyulitkan upaya pemadaman.
Kami turut mendengar kesaksian dari seorang petugas pemadam kebakaran yang enggan disebutkan namanya. “Kami berjuang sekuat tenaga untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban. Namun, kondisi gedung yang sulit diakses dan bahan-bahan yang mudah terbakar membuat situasi semakin sulit,” ujarnya dengan nada sedih.
Kami juga berbicara dengan salah seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Ia menggambarkan momen mengerikan saat api melahap bangunan, sementara suara sirene pemadam kebakaran memenuhi udara malam. “Saya merasa hancur melihat kejadian ini. Semoga korban dapat diberi ketabahan dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tidak hanya menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan lima orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mampang Prapatan. Mereka mendapat perawatan intensif, namun beberapa di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian sedang menyelidragedi Kebakaran Mampang: Tujuh Orang Terjebak dan Tewas di Toko Bingkaiiki penyebab pasti kebakaran ini, dengan fokus pada lantai dasar gedung atau basement yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Kunci untuk memahami tragedi ini terletak pada fakta-fakta yang akan terungkap dalam penyelidikan tersebut.
Kami mengucapkan duka yang mendalam atas kehilangan yang begitu besar dalam tragedi ini. Semoga para korban yang berpulang diterima dengan baik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Mari bersatu dalam doa untuk keselamatan dan pemulihan bagi semua yang terkena dampak dari kebakaran ini.
(N/014)