SULUT -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebagian wilayah di Pantai Selatan Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan M5,6 pada Rabu, 22 Mei 2024, pukul 12.49.14 WIB. Meskipun kekuatan gempa ini pada analisis terakhir BMKG menunjukkan magnitudo M5,3, namun dampaknya tetap signifikan.
Episenter dan Jenis Gempa
Menurut BMKG, episenter gempa bumi terletak di laut, sekitar 45 km arah barat daya Bolaanguki, Sulawesi Utara, pada kedalaman 127 km. Dengan mempertimbangkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi menengah, disebabkan oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku (Intra-slab). Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Dampak Gempa
Gempa bumi ini dirasakan di beberapa daerah sekitarnya, termasuk Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow, dan Kotamobagu. Skala intensitas gempa mencapai III-IV MMI, yang berarti gempa tersebut dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Tidak Berpotensi Tsunami
Meskipun gempa ini cukup kuat, BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami yang dihasilkan oleh gempa ini. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Penting bagi setiap individu untuk memeriksa kestabilan bangunan tempat tinggal mereka sebelum kembali ke dalam rumah.
Kesimpulan
Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang dapat menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan dari otoritas terkait, seperti BMKG. Dengan tetap tenang dan waspada, kita dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi.
(N/014)