SUMBAR -Kegelisahan menyelimuti Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Rabu (22/5/2024), ketika sebuah perahu nelayan menjadi korban musibah di pintu Muara Surantih. Dalam insiden tragis itu, satu nelayan dilaporkan hilang, meninggalkan kerisauan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Koordinator Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, Riko Likardo, membeberkan kronologi pahit kejadian tersebut yang menimpa Pinki Aftianto (26 tahun) dan Ikhsan Rinaldi (24 tahun), dua nelayan yang takdir buruk menghampiri perjalanan mereka. Ketika hendak merapat pulang dari melaut, perahu yang mereka tumpangi diserang oleh gelombang ganas, memaksa perahu itu terbalik.
“Keduanya berusaha bertahan, namun gelombang tak kenal ampun. Akhirnya, satu di antara mereka selamat, sementara yang lainnya, Ikhsan Rinaldi, hingga kini masih dalam pencarian intensif,” ungkap Riko dengan nada prihatin.
Keduanya berasal dari Pasir Samudra, Kenagarian Surantiah, Kecamatan Sutera, menambah kesedihan yang melanda komunitas nelayan setempat. Meskipun upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan, namun kondisi cuaca yang tak bersahabat dengan gelombang besar dan angin kencang menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan.
“Hingga saat ini, pencarian yang melibatkan Basarnas Padang, Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, TNI, polisi, BPBD Pesisir Selatan, dan partisipasi masyarakat, masih belum membuahkan hasil yang diharapkan,” jelas Riko sambil menahan kekecewaan.
Masyarakat setempat dan keluarga korban terus menanti dengan harapan dan doa agar Ikhsan Rinaldi segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sembari itu, semangat dalam pencarian terus berkobar, meskipun duka cita telah melanda. Dalam kejadian tragis ini, solidaritas dan kepedulian bersama menjadi tumpuan bagi mereka yang terdampar dalam gelombang cobaan yang menguji keberanian dan ketabahan.
(N/014)