JAKARTA -Banjir kembali melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta pada pagi ini, Sabtu (25/5), mempengaruhi sejumlah RT dan memicu upaya penanganan darurat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Menurut laporan terbaru dari BPBD, banjir terjadi akibat hujan dan rob, dengan tinggi air di Pintu Air Manggarai mencapai status Siaga 3 atau Waspada.
Data terbaru menunjukkan bahwa banjir telah meluas hingga mencapai 38 RT, meningkat dari 31 RT sebelumnya. Hal ini mengakibatkan genangan air mencapai sekitar 0.124% dari total 30.772 RT yang ada di Jakarta. Meskipun Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok sempat mengalami peningkatan status menjadi Siaga 3 dan Siaga 2, namun saat ini keduanya telah kembali ke status normal.
BPBD DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat penanganan banjir dan memastikan agar banjir dapat segera surut. Namun, dampak banjir masih dirasakan di beberapa wilayah, seperti yang tercantum di bawah ini:
Jakarta Selatan:Kelurahan Rawajati: 6 RT, ketinggian air 80 cm hingga 90 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Kelurahan Pejaten Timur: 4 RT, ketinggian air 190 cm hingga 260 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Jakarta Timur:Kelurahan Bidara Cina: 4 RT, ketinggian air 80 cm hingga 120 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Kelurahan Kampung Melayu: 18 RT, ketinggian air 30 cm hingga 150 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Kelurahan Balekambang: 2 RT, ketinggian air 60 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Kelurahan Cawang: 3 RT, ketinggian air 30 cm (penyebab: luapan Kali Ciliwung)Jakarta Utara:Kelurahan Pluit: 1 RT, ketinggian air 15 cm (penyebab: rob)
Banjir ini menunjukkan perlunya langkah-langkah lebih lanjut untuk mengatasi masalah drainase dan infrastruktur di Jakarta, serta peningkatan koordinasi dalam penanggulangan bencana di masa mendatang. Kita berharap agar korban banjir dapat segera mendapatkan bantuan dan situasi dapat segera pulih kembali.
(N/014)