JAKARTA -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data terbaru terkait dampak banjir yang melanda ibu kota hingga Sabtu (25/5/2024). Menurut laporan yang diterima, jumlah Rukun Tetangga (RT) yang tergenang banjir mengalami peningkatan signifikan, mencapai 54 RT dari sebelumnya 47 RT.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa fenomena ini berkaitan langsung dengan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (24/05). Dampak dari hujan tersebut meliputi kenaikan status sejumlah penahan air, termasuk Bendung Katulampa yang naik menjadi siaga 3 (Waspada) pada Jumat malam.
Menurut Adji, wilayah-wilayah yang terdampak banjir cukup bervariasi. Di Jakarta Selatan, terdapat 11 RT yang tergenang, dengan Kelurahan Pejaten Timur dan Rawajati sebagai area paling terdampak, mengalami ketinggian banjir mencapai 1,2 meter. Sementara di Jakarta Timur, jumlah RT terdampak mencapai 43 RT, dengan Kelurahan Kampung Melayu dan Cawang sebagai area dengan tingkat genangan tertinggi.
Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa wilayah lainnya di Jakarta Timur, dimana banjir menggenangi puluhan RT dengan ketinggian air mencapai 2,7 meter. Adji menjelaskan bahwa kebanyakan banjir disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang meluap akibat intensitas hujan yang tinggi.
Meski tim BPBD telah berupaya untuk memantau dan merespons kejadian tersebut, masyarakat di wilayah terdampak tetap merasakan dampak yang signifikan. Namun, Adji memastikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan warga.
Sementara itu, warga yang terdampak banjir diharapkan untuk tetap waspada dan siaga menghadapi situasi ini. Meski demikian, upaya-upaya telah dilakukan untuk memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok lainnya tetap terjamin.
Dengan demikian, peningkatan jumlah RT terdampak banjir menjadi perhatian serius bagi BPBD DKI Jakarta, yang terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi risiko untuk menghadapi situasi darurat ini.
(N/014)