JAKARTA -Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, kembali menjadi sorotan saat ketinggian air di pintu air Manggarai, Jakarta Pusat, melonjak hingga mencapai 830 sentimeter pada hari Sabtu ini. Dalam laporan terbaru, operator pintu air Manggarai, Andi Yusuf, mengungkapkan bahwa kondisi ini hampir saja meningkatkan status siaga dari siaga tiga menjadi siaga dua.
“Anda masih dalam status siaga tiga, meskipun ketinggian air mencapai 830 sentimeter. Namun, peningkatan air sejak pagi tadi telah memicu kekhawatiran akan naiknya status menjadi siaga dua,” ujar Andi Yusuf saat dihubungi oleh wartawan.
Andi menjelaskan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Bogor. Akibatnya, aliran air dari Bendung Katulampa menjadi lebih deras dan mengalir ke Sungai Ciliwung yang kemudian memengaruhi ketinggian air di pintu air Manggarai.
Meskipun demikian, Andi menekankan bahwa belum semua air dari Bendung Katulampa telah mencapai pintu air Manggarai. Dalam hal ini, ia tidak dapat memprediksi apakah akan terjadi peningkatan lebih lanjut dalam tinggi air di masa mendatang.
“Kami terus memantau situasi dan apakah akan terjadi peningkatan lebih lanjut. Namun, ke depannya masih belum bisa dipastikan apakah akan terjadi hujan lokal atau tidak, sehingga kemungkinan masih ada kenaikan air,” jelasnya.
Andi juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung untuk tetap waspada dan siaga. Hal ini penting agar mereka dapat menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya saat terjadi peningkatan air yang signifikan.
Peringatan ini menjadi penting mengingat risiko banjir dan dampak negatifnya terhadap kehidupan dan properti warga. Kondisi cuaca yang tidak menentu menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi.
(N/014)