NEW DELHI -Tragedi maut melanda India timur ketika sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dalam waktu 24 jam akibat dugaan serangan panas atau heatstroke di negara bagian Bihar dan Oshida pada Kamis (30/5). Insiden memilukan ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah India.
Gelombang Panas Ekstrem
Departemen Meteorologi India (IMD) mencatat suhu tertinggi di negara itu, mencapai 52,9 derajat Celsius di beberapa wilayah New Delhi. Meskipun suhu tersebut masih akan diperiksa ulang, gelombang panas ini menyebabkan kekhawatiran yang mendalam di tengah masyarakat.
Korban Jiwa dan Tindakan Darurat
Pemerintah setempat melaporkan bahwa sedikitnya 10 kematian dilaporkan di rumah sakit pemerintah di wilayah Rourkela di negara bagian Odisha, sementara lima kematian lainnya dilaporkan di kota Aurangabad, negara bagian Bihar. Pemerintah negara bagian Odisha bahkan telah melarang aktivitas luar ruangan bagi para karyawan di jam-jam tertentu.
Dampak di Wilayah Lain
Selain Bihar dan Odisha, dugaan heatstroke juga dilaporkan di negara bagian Jharkhand. Laporan media lokal menyebutkan bahwa sedikitnya tiga orang meninggal di wilayah tersebut.
Tindakan Pencegahan
Di ibu kota New Delhi, otoritas kebun binatang setempat telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menggunakan kolam dan alat penyiram air untuk membantu hewan-hewan yang terkena dampak panas ekstrem.
Tren Global
Situasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai negara di Asia, termasuk Pakistan. Para ilmuwan menyoroti bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia menjadi faktor yang memperburuk situasi ini.
Kesimpulan
Gelombang panas ekstrem ini mengingatkan kita akan urgensi untuk mengambil tindakan yang lebih serius dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Sementara kita berduka atas korban yang meninggal, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan ini.
(N/014)