MEDAN -Kematian Septi Yolanda (25), seorang wanita yang diduga meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor saat berboncengan dengan pacarnya, meninggalkan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Kejanggalan yang terasa membuat mereka meminta agar makam Septi dibongkar untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kejadian tragis itu terjadi di kawasan Pasar IV Mabar, Kecamatan Medan Deli, pada Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya, keluarga menerima kabar duka dari seorang bernama Andi Setiawan, yang menyampaikan bahwa Septi telah meninggal dunia akibat terjatuh dari sepeda motor.
Namun, pihak keluarga merasa ada keanehan dalam kronologi yang disampaikan. Menurut pengakuan pacarnya, Septi sengaja melompat dari sepeda motor karena sedang mengalami masalah. Namun, versi keterangan dari pacar Septi kepada pihak keluarga berubah-ubah, menambah kecurigaan akan kejanggalan di balik kematian Septi.
Selain itu, keluarga juga menemukan bekas luka dan kulit membiru di tubuh Septi, yang memunculkan dugaan bahwa kematian Septi bukanlah sebuah kecelakaan biasa. Keadaan itu membuat keluarga berkeyakinan bahwa Septi mungkin saja sengaja dibunuh.
Oleh karena itu, pihak keluarga meminta agar makam Septi dibongkar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pembongkaran makam tersebut menjadi perhatian warga sekitar, yang turut menyaksikan proses tersebut dengan harapan bisa mengungkap kebenaran di balik kematian Septi.
Petugas kepolisian dari Polsek Medan Labuhan sudah berada di lokasi pemakaman untuk memastikan kelancaran proses pembongkaran makam. Selain itu, sejumlah petugas medis juga turut hadir untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Dengan berlangsungnya pembongkaran makam ini, diharapkan dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga Septi yang masih merasa dirugikan atas kehilangan yang begitu mendadak dan misterius. Semoga penyelidikan lebih lanjut dapat membawa kejelasan atas peristiwa tragis ini.
(N/014)