JAKARTA -Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus hilangnya siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 61 Jakarta, berinisial SN. Berkat upaya keras, SN akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat setelah dilaporkan menghilang. Kini, fokus utama polisi adalah memastikan kesejahteraan psikis SN setelah peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa polisi telah bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT-PPA) untuk memberikan pendampingan kepada SN. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk membantu SN pulih dari trauma yang mungkin dialaminya selama menghilang.
Menurut Ade Ary, SN ditemukan dalam keadaan sehat dan telah bersatu kembali dengan keluarganya. Barang miliknya, seperti laptop dan handphone, juga ditemukan lengkap. Namun, SN masih dalam kondisi shock sehingga belum bisa dimintai keterangan terkait keberadaannya di masjid RS Islam Pondok Kopi.
SN diketahui meninggalkan rumah pada Selasa (4/6) dan berangkat sekolah menggunakan angkot JakLingko 42. Setelah pencarian yang intensif, akhirnya dia ditemukan di RS Islam Pondok Kopi, tempat dia menginap selama ini. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa polisi belum mengetahui alasan SN meninggalkan rumahnya dan memilih menginap di masjid tersebut.
Kondisi psikis SN masih menjadi perhatian utama, mengingat dia masih mengalami shock. Polisi akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan SN serta mencari tahu alasan di balik kepergiannya. Kejadian ini menegaskan pentingnya kerjasama antara lembaga kepolisian dan lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus-kasus seperti ini.
(N/014)