PEMATANG SIANTAR -Sebuah tragedi menyelimuti keluarga di Kota Pematangsiantar, dimana seorang bocah berusia 4 tahun, berinisial DFHS, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Bahbolon. Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Diponegoro Gang Kopral, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat pada Kamis (13/6/2024).
Kepolisian Resort (Polres) Pematangsiantar bersama Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar bergerak cepat untuk melakukan pencarian. Namun, hanya satu korban yang berhasil ditemukan, sedangkan satu korban lainnya, berinisial DAS, masih dalam pencarian.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Made Wira Suhendra, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat kedua korban, DFHS dan DAS, sedang bermain di sekitar rumah mereka. Saat hujan akan turun, saksi melihat kedua korban tidak berada di sekitar rumah. Usaha pencarian pun segera dilakukan oleh warga setempat, namun tidak membuahkan hasil.
Pada pukul 15.30 WIB, seorang warga yang sedang memancing di tepi Sungai Bahbolon melihat tubuh seorang anak terbawa arus sungai. Warga tersebut segera menarik tubuh anak tersebut ke tepi sungai dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Proses evakuasi dilakukan oleh personel Polres Pematangsiantar dan BPBD Kota Pematangsiantar, dan sayangnya korban, DFHS, dinyatakan telah meninggal dunia. Orang tua korban menolak dilakukan autopsi, dan jenazahnya dibawa pulang ke rumah untuk prosesi pemakaman.
Namun, pencarian terhadap korban lainnya, DAS, belum membuahkan hasil karena arus sungai yang deras dan kondisi gelap. Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar lingkungan berbahaya seperti sungai. Pihak berwajib pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan aktif dalam mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di sekitar air.
(N/014)