JAKARTA -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S dan 91S. BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang bisa terjadi, seperti hujan lebat dan gelombang laut tinggi.
Bibit Siklon Tropis 90S terpantau di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, tepatnya pada 17.4 derajat Lintang Selatan dan 112.3 derajat Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 1002 hPa. BMKG menyebutkan bahwa potensi Bibit Siklon Tropis 90S menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan masih dalam kategori rendah-sedang.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di sekitar Semenanjung Dampier, Australia Barat, tepatnya pada 17.0 derajat Lintang Selatan dan 123.5 derajat Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 1005 hPa. Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan juga masih dalam kategori rendah.
BMKG melaporkan bahwa dampak langsung dari kedua bibit siklon tropis tersebut sudah dirasakan di beberapa wilayah. Bibit Siklon Tropis 90S dapat menyebabkan gelombang laut tinggi, dengan ketinggian mencapai 2.5 hingga 4.0 meter di perairan selatan Pulau Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S diprediksi akan menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur, serta gelombang laut tinggi 1.25 hingga 2.5 meter di Laut Sawu, Perairan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, dan Laut Arafura.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi di wilayah-wilayah yang terdampak.
(N/014)