PATI -Sebuah kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa dini hari (2/7). Insiden tragis ini mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dan dengan cepat menghanguskan berbagai aset yang ada di lokasi tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Sugiyono, menyampaikan bahwa mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke tempat kejadian begitu laporan diterima. “Kami terjunkan 3 anggota pemadam kebakaran dari pos, dan Juwana. Lalu dibantu damkar PG, TNI, Polri, dan masyarakat setempat,” ungkap Sugiyono kepada wartawan.
Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari berbagai unsur tersebut bekerja keras untuk menjinakkan kobaran api. Berkat kerja cepat dan koordinasi yang baik, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya pada pukul 05.15 WIB. Sugiyono menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik pada kendaraan yang sedang mengisi bensin di SPBU tersebut. “Mobil isi BBM korslet,” jelasnya.
Akibat kebakaran ini, sejumlah aset berharga di lokasi kejadian turut hangus terbakar. Sebuah motor, sebuah mobil, dan bahkan satu ekor kambing yang berada di sekitar area SPBU tidak berhasil diselamatkan dari amukan api. Kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah menambah deretan panjang kerugian akibat kebakaran di wilayah tersebut. “Diperkirakan kerugian materai Rp 300 juta,” kata Sugiyono.
Peristiwa kebakaran ini tidak hanya membawa kerugian materi, tetapi juga menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat. Masyarakat Desa Bakalan bergotong-royong membantu upaya pemadaman dan evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kolaborasi antara warga, petugas pemadam kebakaran, serta aparat TNI dan Polri menunjukkan kekompakan dan solidaritas dalam menghadapi bencana.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya menjaga keamanan dan kewaspadaan, terutama di tempat-tempat yang rentan terhadap kebakaran seperti SPBU. Sugiyono mengimbau agar seluruh pengelola SPBU dan masyarakat sekitar lebih waspada terhadap potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran, termasuk memastikan kondisi kendaraan yang akan mengisi bahan bakar dalam keadaan baik dan bebas dari masalah kelistrikan.
“Kami mengimbau agar seluruh pengelola SPBU meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik serta kendaraan yang mengisi bahan bakar. Hal ini sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Sugiyono.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kebakaran yang melibatkan korsleting listrik di SPBU bukanlah hal yang baru. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif guna menghindari insiden yang dapat menyebabkan kerugian besar.
(n/014)