Hasil Autopsi Ade Nurul Fadilah: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan, Diduga Meninggal Karena Lemas

BITVonline.com - Sabtu, 18 Januari 2025 04:07 WIB

MEDAN -Hasil autopsi terhadap jasad Ade Nurul Fadilah (19), siswi sekolah penerbangan yang sebelumnya dicurigai meninggal karena penganiayaan di asrama sekolahnya di Medan, telah diumumkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter forensik RS Bhayangkara Medan menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan, dr. Ismurrizal, menjelaskan bahwa tim forensik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah jaringan tubuh korban, seperti jaringan otot leher, otot kana, dua potong jaringan jantung, dan jaringan hepar. Selain itu, lambung korban juga diperiksa dan tidak ditemukan adanya bahan beracun.

“Spesimen jaringan dominan mengalami autolisis dan sulit untuk dinilai. Dari pemeriksaan lambung, tidak terdeteksi adanya bahan beracun atau berbahaya,” kata Ismurrizal dalam keterangannya pada Sabtu (18/1).

Ismurrizal menyimpulkan bahwa kematian korban diduga akibat mati lemas. “Dari hasil pemeriksaan tambahan, kami menyimpulkan kematian korban disebabkan oleh mati lemas,” jelasnya.

Sebelumnya, keluarga korban menduga adanya penganiayaan terhadap Ade yang menyebabkan kematiannya. Keluarga menemukan bekas memar di leher, seperti bekas cekikan, serta lebam di punggung dan rusuk setelah jenazah korban tiba di rumah. Atas temuan tersebut, keluarga korban melaporkan dugaan kejanggalan ini ke Polda Sumut pada 23 Oktober 2024.

Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, menyebutkan bahwa hasil visum et repertum yang diterima dari RS Bhayangkara Medan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” kata Hadi.

Hadi menambahkan bahwa pada malam kejadian, 1 Oktober 2024, korban dan teman-temannya sedang bermain tebak-tebakan di asrama. Tiba-tiba, korban mengeluh sakit kepala dan tidak sadarkan diri. Pada pukul 21:58 WIB, teman-teman korban melihat tubuh korban mulai membiru, dan korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit USU.

Sekolah tempat korban menempuh pendidikan, Sumatera Flight, membantah tuduhan bahwa korban meninggal akibat penganiayaan. Kuasa hukum Sumatera Flight, Hendra Manatar Sihaloho, menyatakan bahwa pihak sekolah sangat membantah adanya penganiayaan terhadap korban. “Almarhum adalah orang baik dan baru dua bulan di sini. Tidak ada kekerasan, tidak ada bullying, karena di sekolah ini tidak ada sistem senior-junior,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihak keluarga masih merasa perlu untuk mencari kejelasan lebih lanjut terkait kematian Ade, dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian, Dapat Dukungan Bibit untuk 22.000 Hektar Sawah Baru

Peristiwa

TMMD ke-127 Kodim 0207/Simalungun Resmi Ditutup, Sinergi TNI dan Warga Dorong Pembangunan Desa

Peristiwa

Fans PSMS Kritisi Lambatnya Pembangunan Stadion Teladan, Bobby Nasution Bisa Ambil Alih

Peristiwa

WakaPolda Aceh Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026 untuk Amankan Mudik Lebaran

Peristiwa

RI Masih Tergantung Impor Minyak, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Aman

Peristiwa

Proses Hukum Yaqut Cholil Qoumas: KPK Lengkapi Bukti Sebelum Penahanan