BMKG Umumkan Gempa M5,0 di Puncak Jaya, Papua Tengah: Tidak Berpotensi Tsunami

Redaksi - Sabtu, 03 Agustus 2024 08:48 WIB

PAPUA -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pernyataan terkait terjadinya gempa bumi dengan kekuatan awal M5,0 di Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (3/8/2024) pukul 12.32.58 WIB. Menurut hasil analisis terbaru dari BMKG, magnitudo gempa tersebut direvisi menjadi M4,8. Gempa bumi ini terjadi pada koordinat 3,42° LS; 138,03° BT, dengan pusat gempa berada di darat di wilayah Wina, Tolikara, Papua, pada kedalaman 76 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah yang disebabkan oleh deformasi kerak bumi di zona pegunungan tengah Papua. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini termasuk jenis gempabumi menengah yang terjadi akibat proses deformasi kerak bumi,” kata Daryono dalam keterangannya.

Analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip). Ini berarti bahwa pergerakan di sepanjang bidang patahan berlangsung secara horizontal, bukan vertikal. Jenis mekanisme ini umumnya menghasilkan getaran yang dirasakan secara signifikan di area sekitar episenter.

Menurut laporan BMKG, dampak dari gempa ini dirasakan di beberapa daerah. Di Wamena, getaran gempa dicatat dengan skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung mungkin bergoyang. Sementara itu, di Puncak Jaya, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan memberikan sensasi seakan-akan truk berlalu.

BMKG juga menyatakan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 12.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia menyarankan agar masyarakat memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.

BMKG terus memantau situasi dan akan memberikan informasi terbaru jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan menjaga kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik

Peristiwa

Kepala BGN: Hasil Investigasi Keracunan MBG Semarang Rampung 5-7 Hari

Peristiwa

Ketegangan Timur Tengah Bikin Emas Berpeluang Tembus Rp2,72 Juta/Gram Pekan Depan

Peristiwa

Tumbang Beruntun, Kamboja, Timor Leste, dan Laos Resmi Angkat Koper dari AFF 2026

Peristiwa

707 Siswa Keracunan MBG, Dapur SPPG Karangturi Disetop BGN

Peristiwa

Laptop Rp12 Juta Raib di Kereta, Pelaku Cuma Kantongi Rp1 Juta per Orang