Bogor – Sebuah bus pariwisata yang mengangkut puluhan penumpang mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (2/8/2024). Bus dengan nomor polisi SK 7359 AJ tersebut jatuh ke jurang dengan kedalaman 8 meter, menyebabkan delapan penumpang mengalami luka-luka.
Peristiwa kecelakaan ini terjadi di Kampung Citeko Panjang, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Pada saat kejadian, bus yang sedang melaju dari Jakarta menuju sebuah villa di kawasan Cidokom, Puncak, Cisarua, Bogor, mengalami kecelakaan saat berada di jalan turunan yang curam.
Menurut informasi dari saksi mata dan korban selamat, bus melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang menurun tajam. Upaya sopir untuk mengendalikan bus dengan menginjak rem dan menarik tuas rem tangan tidak berhasil, sehingga bus kehilangan kendali dan akhirnya terjun ke jurang.
“Upaya sopir sia-sia. Meskipun sudah berusaha menginjak rem dan menarik tuas rem tangan, bus tetap tidak bisa dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang,” ujar Wahyu, salah satu korban selamat yang selamat dari insiden tersebut.
Kanit Gakkum Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya, menjelaskan bahwa kecelakaan ini melibatkan bus pariwisata yang sedang dalam perjalanan liburan ke vila di Puncak, Megamendung, Bogor. Delapan penumpang yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Sopir diduga tidak menguasai medan yang berliku dan menurun tajam di lokasi kejadian,” ungkap Ipda Ferdhyan.
Selain melibatkan bus pariwisata, kecelakaan ini juga berdampak pada rumah warga setempat. Bagian bus yang jatuh ke jurang menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya. Para korban selamat yang mengalami luka ringan sementara di tampung di sebuah Gedung PAUD yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pihak kepolisian dan tim penyelamat saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut. Penyelidikan ini akan mencakup pemeriksaan kondisi bus, termasuk kemungkinan adanya rem blong yang menjadi penyebab utama kecelakaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang keselamatan dalam berkendara, terutama saat melewati medan yang menantang seperti turunan curam dan berliku. Pihak berwenang juga mengimbau kepada semua pengemudi bus untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan, terutama di rute yang berpotensi berbahaya.
Seiring dengan proses penyelidikan yang berlangsung, diharapkan para penumpang yang terluka dapat segera mendapatkan perawatan dan pemulihan yang optimal. Kecelakaan ini juga menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk meningkatkan keselamatan transportasi umum di wilayah Puncak dan sekitarnya.
(N/014)