BANDA ACEH – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., mengisi kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut membahas migrasi aman, perlindungan pekerja migran Indonesia, serta program SMK Go Global untuk mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi peluang kerja di pasar internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Unmuha itu terselenggara melalui kerja sama antara Unmuha dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya prosedur penempatan kerja di luar negeri yang legal dan aman.
Acara tersebut dihadiri Rektor Unmuha Dr. Aslam Nur, M.A., para wakil rektor, kepala biro, pimpinan lembaga, dekan, serta mahasiswa di lingkungan Unmuha. Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husein, S.E., M.Si., dan Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah, S.H., M.Hum.
Baca Juga: Perkuat Pembangunan Daerah, Unmuha dan Pemko Banda Aceh Sepakati Kerja Sama Pendidikan hingga Riset Dalam sambutannya, Aslam Nur menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dzulfikar di tengah agenda kerjanya. Ia menilai kuliah tamu tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.
"Pertemuan hari ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan alumni Unmuha agar siap menghadapi tantangan global, khususnya dalam mencetak SDM yang mampu bersaing di pasar kerja internasional," ujar Aslam Nur.
Ia juga mengungkapkan bahwa lima mahasiswa Unmuha telah memperoleh kesempatan mengikuti program magang di Taiwan. Selain itu, sejumlah alumni Unmuha disebut telah bekerja di Jerman.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan hukum, edukasi, dan pelatihan kompetensi bagi calon pekerja migran Indonesia. Materi yang disampaikan tim BP3MI Aceh juga memberikan pemahaman tentang mekanisme penempatan tenaga kerja ke luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Program SMK Go Global turut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kuliah tamu tersebut. Program ini berkaitan dengan upaya mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pelayanan pekerja migran, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peluang kerja global sekaligus risiko bekerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.* (dh)