MEDAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Pemerintah Kota Medan berjanji mencari solusi agar kebutuhan guru di sekolah tersebut dapat terpenuhi.
Baca Juga: Nikah Massal 23 Pasangan di Medan, Zakiyuddin: Menikah Mudah, yang Sulit Mempertahankannya Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan persoalan kekurangan guru di SRT 2 Medan telah dikomunikasikan dengan pihak terkait.
Pemerintah kota, kata dia, akan mencari solusi dengan tetap memperhatikan kualitas tenaga pengajar.
"Itu memang kami sudah sempat komunikasikan, nanti akan kita cari solusinya yang terbaik, supaya nanti kualitasnya (guru) juga bisa semakin meningkat," ujar Rico saat diwawancarai di gedung DPRD Medan, Rabu (30/9/2026).
Rico memastikan persoalan tersebut menjadi perhatian Pemkot Medan.
Menurut dia, bukan hanya jumlah guru yang perlu dipenuhi, tetapi kualitas guru dan wali asuh di Sekolah Rakyat juga perlu diperkuat.
"Ya, memang ini menjadi atensi bagi kami, agar kualitas-kualitas guru-guru, wali asuhnya juga akan lebih baik," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala SMA dan SD SRT 2 Medan Syahripal Putra mengatakan sekolah masih membutuhkan tambahan tenaga pengajar.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu memenuhi kebutuhan guru, terutama untuk mata pelajaran agama.
"Kita juga meminta kepada Pemko maupun Pemprov untuk mengadakan guru. Namun memang tentu saja ada guru yang kita belum dapat, yaitu guru agama karena di tingkat Pemprov maupun Pemko sendiri itu kekurangan," kata Syahripal.