TANJUNGBALAI- Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Bunda Literasi Kota Tanjungbalai Mashadayani Mahyarudin menggelar kegiatan Safari dan Kunjungan Siswa serta Story Telling Anak (Kunsis Starla) di SD Negeri 138429, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Bunda Literasi bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan Kota Tanjungbalai untuk mendorong minat baca dan budaya literasi sejak usia dini.
Dalam kegiatan itu, Mashadayani berinteraksi langsung dengan para siswa melalui sesi membaca, bercerita hingga kuis pengetahuan umum. Kehadirannya mendapat sambutan antusias dari anak-anak.
Baca Juga: Blusukan Tengah Malam Walkot Tanjungbalai Cek Langsung 25 LPJU Surya Kemenhub dan Lapak UMKM Bunda Literasi Tanjungbalai mengajak para siswa membiasakan diri membaca karena kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan dan pengetahuan.
"Membaca adalah jendela dunia," ujar Mashadayani saat memberikan motivasi kepada para siswa.
Ia juga meminta anak-anak tetap bersemangat bersekolah meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumah.
Selain soal pendidikan dan literasi, Mashadayani memberikan edukasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan. Para siswa juga diingatkan untuk menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, Mashadayani turut meninjau tanaman sayuran yang ditanam para siswa SD Negeri 138429. Ia bahkan ikut melihat hasil panen dari tanaman yang dirawat anak-anak di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program literasi perlu terus diperkuat untuk membangun kebiasaan positif dan karakter anak sejak dini.
Mahyaruddin juga mengingatkan para siswa agar tidak terlalu larut dalam penggunaan gawai dan tetap menyediakan waktu untuk membaca buku.
"Kepedulian terhadap minat baca di tengah perkembangan digitalisasi saat ini harus benar-benar kita tindaklanjuti agar generasi kita sejak dini tidak hanya fokus bermain gawai, namun memiliki rasa cinta dan minat pada pengetahuan melalui membaca buku," kata Mahyaruddin.
Menurutnya, kegiatan membaca dan interaksi langsung dengan guru maupun lingkungan sekolah dapat membantu anak mengembangkan karakter dan potensi diri.